InvisionFree - Free Forum Hosting
Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today.

Learn More · Sign-up for Free
Welcome to SOMAL. We hope you enjoy your visit.


You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free.


Join our community!


If you're already a member please log in to your account to access all of our features:

Name:   Password:


 

 KUALITAS PREMIUM RENDAH, Sabotase apa Kelalaian ??
prajesta*-
  Posted: Jul 22 2010, 01:41 PM


Anggota Muda SOMAL


Group: Members
Posts: 16
Member No.: 7
Joined: 18-April 07



user posted image

Seminggu terakhir ini pemilik dan komunitas mobil dihebohkan olah gejala tidak normal dengan banyaknya keluhan terjadinya kerusakkan pada pompa bahan bakar (fuel pump) di kendaraan mereka. Kendati belum ada kesimpulan final dan pasti, namun beberapa kalangan mensinyalir kerusakan itu disebabkan kualitas bahan bakar yang tidak bagus.

KCI melaporkan ada 30 mobil yang mengalami kerusakkan pada fuel pump itu. Kerusakan itu diduga lebih pada faktor bahan bakar. Alasannya sederhana saja, kejadiannya terjadi bukan hanya pada satu dua mobil tetapi puluhan. Dari inspeksi yang dilakukan KCI dengan cara menguras tangki bahan bakar rata-rata saringan bahan bakar berwarna hitam pekat.

Keluhan serupa dialami oleh para pengemudi Taksi Blue Bird. Sejak Juni hingga hari ini, tak kurang dari 1.200 unit taksi mengalami masalah pada pompa bahan bakarnya. Gejalanya pun sama dengan yang dialami anggota KCI, mobil kerap mogok dan tersendat-sendat kalaupun mesin bisa dinyalakan.

Padahal mobil yang bermasalah adalah Toyota Limo buatan 2009 – 2010 yang notabene tergolong mobil anyar. Menurut petugas bengkel fuel pump itu part yang masuk kategori slow moving atau alias termasuk part yang awet jadi tidak harus cepat ganti.

Pihak Blue Bird Group hanya bisa menyampaikan keluhan ke Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota, dalam hal ini PT Toyota Astra Motor (PT TAM). PT TAM sendiri mengakui dalam dua bulan terakhir permintaan terhadap peranti pompa bahan bakar itu mengalami peningkatan hingga 300 persen. Bila sebelumnya rata-rata 80 unit per bulan, sejak Mei lalu permintaan mencapai 240 unit saban bulannya.

ATPM Hyundai juga mengalamihal yang sama, Diler Hyundai Tebet, Jakarta Selatan, melaporkan lebih dari 20 unit mobil Hyundai seperti Avega, Trajet, Getz dan juga Verna, turut terkena dampak tersebut. Untuk mengganti fuel pump yang rusak, biaya yang diperlukan sekitar Rp 1,3 juta sampai 1,7 juta, itupun hanya fuel pump-nya saja, belum termasuk jasa.

user posted image


Jebolnya fuel pump itu diduga akibat Premium yang kotor. Premium diduga mengandung kadar belerang yang lebih tinggi. Kotornya Premium tersebut membuat mampet saringan depan fuel pump yang membuat asupan bensin menjadi sedikit. Inilah yang ditengarai membuat bagian dalam fuel pump menjadi cepat panas dan akhirnya jebol.

Pihak ATPM saat ini sedang melakukan penelitian apa penyebab kerusakkan tersebut. Apakah faktor teknis atau lainnya seperti masalah bahan bakar. Tapi dari analisis banyak kejadian dugaan penyebab kerusakan pompa bahan bakar mengarah ke kualitas premium yang diedarkan Pertamina.

Menanggapi sinyalmen banyak pihak PT Pertamina (Persero) dengan tegas menampik sinyalemen yang menyebut kerusakkan pompa bahan bakar di sejumlah mobil dikarenakan kualitas bahan bakar yang jelek dari perusahaan itu. Menurut Pertamina bahan bakar Pertamina sebelum dipasarkan telah melalui serangkaian uji kontrol kualitas sejak dari kilang minyak, depo, hingga di Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU). Pertamina selalu melakukan inpeksi dan uji di SPBU di sejumlah wilayah di Jakarta dan hasilnya tidak ada spec down kualitas bahan bakar.

YLKI sebagai dewa pelindung konsumen menduga adanya kesengajaan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) atau pihak tertentu untuk menurunkan kualitas premium agar orang beralih ke pertamax.Menurut Pengurus YLKI, penurunan kualitas premium yang dilakukan pihak tertentu tersebut, tentu saja akan berimbas terhadap mesin mobil karena saat ini saja kualitas BBM di tanah air masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan standar internasional.

Dengan adanya temuan atau dugaan premium yang rendah itu mungkin disengaja oleh Pertamina atau pihak tertentu untuk agar orang beralih ke pertamax. Seperti banyak diketahui bahwa jatah subsidi BBM dari pemerintah telah melewati batas anggaran yang disepakati pemerindah dan DPR.



Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIgas) menyatakan Pertamina tidak mungkin menurunkan kualitas premium yang dijual untuk mendorong agar masyarakat untuk beralih menggunakan pertamax.

"Pemerintah tidak akan lakukan hal itu. Kalau lakukan itu, pasti akan terbuka dan Pertamina juga tidak mungkin melakukannya," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (21/7/2010).

Tubagus mengaku, hingga kini BPH Migas masih belum mendapatkan laporan dari konsumen pengguna premium soal adanya penurunan kualitas tersebut.

"Kalau misalnya itu terjadi karena penyalahgunaan atau penyimpangan, tolong lapor ke BPH Migas. Kita tidak dapat laporan masyarakat , kita punya SMS center nomornya 3477. Kalau sudah ada laporan kami akan turunkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk cek dengan mobil lab," jelasnya.

Sementara itu, Vice President Communication Pertamina, Basuki Trikora juga membantah jika BUMN Migas tersebut telah menurunkan kualitas premium agar masyarakat beralih ke Pertamax.

"Nggaklah, Pertamina tidak berkepentingan untuk itu. Kalau itu dilakukan, berarti yang diuntungkan justru bukan Pertamina tapi perusahaan lain yang juga menjual BBM non subsidi. Lagipula kami jual Pertamax dan Pertamax Plus itu kan supaya masyarakat punya banyak pilihan," paparnya.

Ia memastikan BBM yang dijual dari depot BBM Pertamina sudah sesuai dengan spesfikasi yang ditetapkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Kualitas BBM bersubsidi yang dijual juga telah dikontrol oleh pemerintah untuk menjaga mutu BBM Pertamina melalui rangkaian quality control dengan melakukan completed test mulai dari kilang sampai ke instalasi atau depot BBM.

Sementara di instalasi atau depot daily dilakukan short test dan penerimaan di SPBU juga dilakukan short test. Pertamina patuh terhadap quality control yang harus dilakukan sebagai bagian pelaksanaan standard operating prosedur.

"Keluhan konsumen agar dicermati dari aspek teknis material/spare part yang ada dan tidak menjadi domain Pertamina," jelasnya.

Seperti diketahui, sejumlah mobil diketahui mengalami kerusakan fuel pump. Hal itupun lantas memicu kekhawatiran Pertamina telah menurunkan kualitas premium sehingga masyarakat akhirnya terdorong menggunakan Pertamax. Pemerintah sendiri sejauh ini mulai khawatir karena konsumsi BBM bersubsidi termasuk premium dan solar terus meningkat sehingga bisa mengakibatkan tambahan subsidi.

BPH Migas memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar pada tahun 2011, akan melonjak 3-4 persen dari proyeksi konsumsi pada tahun 2010, jika konsumsi BBM bersubsidi tidak dibatasi.

"Untuk premium dan solar naik sekitar 3-4 persen pada tahun depan karena ekonomi terus tumbuh," ujar Tubagus.

Sebelumnya, BPH Migas memperkirakan konsumsi BBM di tanah air pada tahun 2010 akan membengkak sebesar 40,1 juta KL, di mana konsumsi pemium diperkirakan mencapai 3,3 juta KL, konsumsi solar sekitar 13,1 juta KL pada tahun ini.

Namun kalau dilihat dari kuota keseluruhan, bisa saja turun karena konsumsi minyak tanah juga turun seiring dengan keberhasilan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kg.

Hal ini terlihat dari perkiraan dari BPH mengenai konsumsi minyak tanah yang akan turun 17,28% dari realisasi konsumsi minyak tanah pada tahun 2009 sebesar 4.593.579 KL menjadi 3,8 juta KL di tahun ini.

"Kalau kuota keseluruhan bisa saja turun karena minyah tanah konsumsinya juga turun," jelasnya.user posted image
Top
« Next Oldest | Berita Dan Politik | Next Newest »
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you

Topic Options Quick Reply




Hosted for free by InvisionFree* (Terms of Use: Updated 2/10/2010) | Powered by Invision Power Board v1.3 Final © 2003 IPS, Inc.
Page creation time: 0.0689 seconds | Archive

CrimsLook Skin v1.12 © 2006 by sLurPPP